Masyarakat Bali terkenal dengan budaya menghargai alam di dalam seluruh aktivitas kehidupan. Tak heran jika desain ruang yang banyak digunakan dalam hunian di Pulau Dewata cenderung bercorak alam. Ciri khas ornamen pada desain ruang dari setiap daerah di Indonesia, seperti halnya Bali, telah dipahami oleh kontraktor interior Anekadekorasi.com jakarta.

Ragam hias ornamen Bali berasal dari daerah Jawa. Ragam hias ini dibawa bersamaan dengan datangnya orang-orang Jawa ke Pulau Bali. Meskipun demikian, masyarakat Bali telah mengembangkan ragam hiasnya sendiri sehingga berbeda dari daerah Jawa.  Terdapat dua motif utama yang menjadi ciri khas ragam hias ornamen Bali.

Inspirasi Desain Interior dengan Beragam Corak dari Pulau Dewata

Motif Alam

Alam adalah sumber inspirasi karya bagi masyarakat Bali.  Hal ini harus dipahami oleh penyedia jasa kontraktor interior jakarta. Bentuk ragam hias yang eksis di Bali adalah hasil dari stilisasi beberapa bagian tanaman yang berperan penting di dalam kehidupan. Bentuk dan corak daun, bunga, dan buah diaplikasikan ke dalam karya-karya seni masyarakat.

Tanaman yang paling sering terlihat muncul di dalam ornamen adalah tanaman merambat. Bentuk ini ditampilkan dalam bentuk yang lebih sederhana berupa sulur. Sedangkan bagian tanaman yang paling mendominasi ragam hias Bali adalah daun. Hal ini disebabkan oleh karakter daun yang sangat dekat dengan proses pertumbuhan dan alam. Beberapa jenis ragam hias yang terinspirasi dari daun adalah patra sulur, patra pae, patra samblung, patra pid-pid, patra bun-bunan, dan patra ganggong.

Selain tanaman, hewan juga menjadi inspirasi ragam hias masyarakat. Beberapa di antaranya adalah gajah, singa, dan burung. Hewan-hewan ini diimplementasikan dalam bentuk kepala.  Ragam hias bermotif hewan dapat telah banyak pula diaplikasikan oleh kontraktor interior jakarta.

Motif Mitologi

Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Bali turut memengaruhi ragam hias yang dihasilkan. Tak hanya tanaman dan binatang, makhluk-makhluk mitologi di dalam kepercayaan  pun tertuang di dalam karya seni mereka. Bentuk yang kerap dijumpai adalah singa bersayap, naga, dan raksasa.  Kehadiran unsur mitologi di dalam ragam hias Bali menegaskan bahwa kehidupan manusia dengan alam, baik nyata (sekala) maupun alam tak nyata (niskala) harus terwujud secara harmonis.

Motif Mitologi