1. High pressure injection dengan memakai bahan polyurethane ataupun kerap disingkat pu
  2. Injeksi dengan campuran semen & ekstra olahan admixture
  3. Perbaikan dengan pemakaian cement based waterplug

Dari ketiga cara diatas, penerapan yang paling bagus ialah dengan memakai cara high presure injection dengan pemakaian bahan polyurethane, cara ini mampu dengan maksimal mengisi seluruh rongga yang terdapat pada beton dalam kondisi celah kecil ataupun celah yang luas, mengingat bahan polyurethane mau mengembang lalu membentuk busa padat akibatnya risiko perembesan air pada beton mampu diperkecil.

Cara Perbaikan Bocor Ini Terdapat 3 cara

Sebagaimana daun talas yang apabila terkena air tak mampu melekat & melekat pada daun talas itu, demikian juga bahan waterproofing coating dengan nanotechnology (tekhnologi nano) yang di indonesia, oleh lipi (lembaga ilmu pengetahuan indonesia) sudah diteliti & dibesarkan sejak tahun 2000, & sampai saat ini kian pesat perkembangannya. Pada kenyataannya, olahan seperti kulit, kayu, tekstil, batu, terlebih lagi beton mempunyai rongga ataupun pori-pori untuk mampu meresap air. Khusus pada konstruksi bangunan, air yang merembes pada bangunan mampu menimbulkan kebocoran bangunan.

Dengan adanya nano coating yang dibesarkan untuk jasa waterproofing berdasarkan tekhnologi nano (dimensi 1 nanometer = 0, 000000001 meter (1/1 milyar m ataupun berdimensi 50. 000 kali lebih kecil dari dimensi rambut manusia) pada teknisnya, partikel-partikel berdimensi luar biasa kecil dari nano coating itu masuk kedalam pori-pori ataupun rongga dari media tertentu, mengisi rongga itu akibatnya tak mampu dimasuki air. Nano coating menyelimuti media itu untuk mampu menolak air. Saat air menetes pada media itu, air itu mau membuat bulir & tak meresap kedalam media itu, mirip seperti kinerja daun talas saat terkena air.